Pelatihan wastra
Mengadakan pelatihan membatik dan pengolahan wastra rutin di sekitar area cagar budaya.
Tentang Setitik
Setitik dimulai pada 2019 dari keyakinan bahwa bangunan tua menyimpan cerita yang layak diabadikan.
Sebagai pembatik tulis, Jessie memimpin proses dari observasi lapangan hingga kain jadi agar setiap motif tetap setia pada arsitektur aslinya.
Founder & Pembatik Tulis
Setitik Cultureware

Visi

Bangunan

Motif

Kain
Menyejahterakan warga sekitar area cagar budaya dengan memproduksi wastra bermotif cagar budaya.
Misi
Empat cara Setitik menjaga hubungan antara bangunan cagar budaya, warga sekitar, dan karya yang bisa dipakai sehari-hari.
Mengadakan pelatihan membatik dan pengolahan wastra rutin di sekitar area cagar budaya.
Membuat merchandise dan fashion bagi pengunjung area cagar budaya.
Mengenalkan cerita cagar budaya Indonesia melalui motif dan produk.
Membangun media promosi yang ramah serta mengedukasi.
2019—2023
Dari pengamatan bangunan, bertemu komunitas, lalu menjadi karya yang membawa cerita cagar budaya.
Perjalanan
Perjalanan Setitik bergerak dari pengamatan bangunan, pelatihan komunitas, hingga kolaborasi yang membawa motif cagar budaya ke berbagai bentuk produk.

2019—2023
Satu perjalanan dari membaca fasad bangunan, bertemu komunitas, hingga mengubah cerita kota menjadi motif.

2019

2021

2022

2023
2019
Jejak 01
Observasi bangunan
Setitik lahir dari keprihatinan terhadap kawasan cagar budaya yang diperlakukan hanya sebagai objek wisata. Jessie Setiawati mulai mendokumentasikan bangunan Kota Lama ke dalam motif batik.
2021
Jejak 02
Belajar bersama
Program pelatihan dimulai. Ibu-ibu terdampak pandemi diajak mengolah kain menjadi produk jadi, dan Mbatik Bareng pertama kali digelar di Kota Lama.
2022
Jejak 03
Heritage journal
Setitik menjadi bagian dari paket merchandise G20 dan dipercaya UNESCO untuk Heritage Travel Journal edisi Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto.
2023
Jejak 04
Kolaborasi motif
ASEAN dan Malaysia UNESCO Cooperation Programme menjadi mitra. Motif Benteng Willem I lahir dari kolaborasi dengan Lapas 2A Ambarawa.

2019
Perjalanan 2019
Setitik lahir dari keprihatinan terhadap kawasan cagar budaya yang diperlakukan hanya sebagai objek wisata. Jessie Setiawati mulai mendokumentasikan bangunan Kota Lama ke dalam motif batik.

2021
Perjalanan 2021
Program pelatihan dimulai. Ibu-ibu terdampak pandemi diajak mengolah kain menjadi produk jadi, dan Mbatik Bareng pertama kali digelar di Kota Lama.

2022
Perjalanan 2022
Setitik menjadi bagian dari paket merchandise G20 dan dipercaya UNESCO untuk Heritage Travel Journal edisi Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto.

2023
Perjalanan 2023
ASEAN dan Malaysia UNESCO Cooperation Programme menjadi mitra. Motif Benteng Willem I lahir dari kolaborasi dengan Lapas 2A Ambarawa.
Perjalanan
Perjalanan Setitik bergerak dari pengamatan bangunan, pelatihan komunitas, hingga kolaborasi yang membawa motif cagar budaya ke berbagai bentuk produk.

2019
Perjalanan 2019
Setitik lahir dari keprihatinan terhadap kawasan cagar budaya yang diperlakukan hanya sebagai objek wisata. Jessie Setiawati mulai mendokumentasikan bangunan Kota Lama ke dalam motif batik.

2021
Perjalanan 2021
Program pelatihan dimulai. Ibu-ibu terdampak pandemi diajak mengolah kain menjadi produk jadi, dan Mbatik Bareng pertama kali digelar di Kota Lama.

2022
Perjalanan 2022
Setitik menjadi bagian dari paket merchandise G20 dan dipercaya UNESCO untuk Heritage Travel Journal edisi Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto.

2023
Perjalanan 2023
ASEAN dan Malaysia UNESCO Cooperation Programme menjadi mitra. Motif Benteng Willem I lahir dari kolaborasi dengan Lapas 2A Ambarawa.
2019—2023
Dari pengamatan bangunan, bertemu komunitas, lalu menjadi karya yang membawa cerita cagar budaya.
2019—2023
Dari pengamatan bangunan, bertemu komunitas, lalu menjadi karya yang membawa cerita cagar budaya.
Kolaborasi, acara, dan klien
Dokumentasi presentasi, fashion show, kolaborasi seni, seragam institusi, dan pameran.
Uji penggunaanSpotlight Kolaborasi
Bersama Tim Reflective Undip, penerima Beasiswa Bakti BCA, Setitik mengembangkan Canting Ajeg yang berangkat dari pengalaman membatik bersama para pemula. Alat ini membantu menjaga aliran malam agar lebih terkendali dan mengurangi risiko tetesan jatuh ke kain, sehingga proses belajar membatik terasa lebih aman, nyaman, dan percaya diri.
Prototipe
Detail alat
Hasil pengolahan
Uji nyala
Detail produkSetitik x Reflective Undip
Riset bersamaSisa malam dari proses membatik sering kali berakhir sebagai limbah. Bersama Tim Reflective Undip, Setitik mengolahnya menjadi lilin yang dapat digunakan kembali. Kolaborasi ini menghadirkan cara sederhana untuk memberi nilai baru pada material tersisa sekaligus mendorong proses membatik yang lebih bijak terhadap lingkungan.
Presentasi
Fashion showPresentasi & fashion show
2025Setitik membawa cerita batik Indonesia dalam forum budaya internasional melalui presentasi dan peragaan wastra.
Forum
Presentasi
PameranPameran & presentasi
2023Keikutsertaan Setitik dalam ruang pertukaran budaya, presentasi karya, dan pameran produk.
Dokumentasi
PertunjukanKolaborasi seni pertunjukan
2025Ruang temu antara motif, gerak, dan narasi kota melalui pertunjukan serta dokumentasi komunitas.
FashionEksplorasi busana
2024Motif Setitik diolah dalam pendekatan fashion kontemporer bersama desainer Risa Maharani.
Seragam
DokumentasiKlien institusional
2024Motif Setitik hadir sebagai seragam yang dikenakan dalam kegiatan Distaru Kota Semarang.